Sejarah Maktab Dari Zaman Rasulullah

Masyarakat pra-Islam dianggap sebagai masyarakat Jahiliyah. Dalam satu sisi masyarakat Jahiliyah dikenal dengan  masyarakat yang tidak tahu baca-tulis (ummy). Sementara pada masa itu, terdapat dua imperium besar yaitu Persia (terletak di bagian timur) dan Romawi (terletak di bagian barat). Dua imperium tersebut memiliki kekuatan dan peradaban besar, yang dalam satu sisi lebih tinggi dari orang-orang Arab, termasuk dalam tradisi tulis-menulisnya.

Sejak dulu masyarakat Arab senang bedagang. Biasanya mereka berjualan ke Syam, ke Irak atau ke daerah-daerah Arab lainnya. Abu Sufyan bin Umayyah tercatat sebagai tokoh yang pertama belajar baca-tulis di Hirah.  Maka menurut interpretasi sejarah, tidak heran jika di samping ia berdagang, ia juga belajar kepada orang-orang Hirah tentang membaca dan menulis, yang pada akhirnya diajarkan pada kaumnya di Makkah.

Dari proses belajar membaca dan menulis inilah lahirlah sebuah istilah maktab dan kuttab sebagai lembaga pendidikan dasar yang memberikan ruang untuk belajar baca-tulis. Pada awalnya, sebutan kuttab menunjukkan bahwa ia telah ada pada abad pertama dalam Islam. Akan tetapi, menurut Asma Hasan Fahmi yang dikutip oleh Mira Astuti dalam Nizar mengatakan bahwa keberadaan maktab dan kuttab memiliki arti yang sesungguhnya sejak ada Islam, karena keberadaannya sebelum Islam masih kurang popular.  Akan tetapi, tidak bisa dipungkiri bahwa maktab dan kuttab memiliki peran penting mulai pra-Islam sampai Islam datang dan berkembang dengan pencapaian ilmu pengetahuan yang gemilang.

Lembaga pendidikan maktab dan kuttab ini, senantiasa mengalami perkembangan mulai dari masa awal Islam sampai pada masa dinasti Umayyah, setidaknya sejak masa pemerintahan Abdul Malik bin Marwan dan putranya al-Walid bin Abdul Malik, dan mencapai puncaknya pada masa bani Abbasiyah. Di sinilah madrasah-madrasah sudah didirikan sebagai lembaga pendidikan menengah setelah kuttab dengan corak dan model pendidikan yang berbeda dari sebelumnya.

Maka dari itu, keberadaan lembaga pendidikan maktab dan kuttab menjadi sangat penting untuk dikaji ulang, mengingat implikasi dari proses pendidikannya cukup untuk menjadi bekal pada proses pendidikan setelahnya.  Sehingga dalam hal ini, penulis berupaya mendeskripsikan tentang pelaksanaan pendidikan dasar di maktab dan kuttab dalam perspektif historis.